THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 09 Juni 2013

TULISAN BEBAS 27. "GAK CANTIK MAKA GAK LAKU (Mitos)"

TULISAN BEBAS 27 BAHASA INDONESIA 2


NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

"GAK CANTIK MAKA GAK LAKU (Mitos)"


Bismillaahirrahmanirrahim

Ini, lebih menyerupai mitos ketimbang realitas.
Alhamdulillah, realitas berjuta-juta wanita yang berparas kurang atau tidak cantik sama sekali, akhirnya menikah, bahkan di usia muda, bahkan sebagian dengan pria tampan, dari masyarakat umum, selebritis, pejabat, kalangan terpelajar, hingga orang-orang yang hidup di lingkungan relegius, kalangan ngaji, keluaran pesantren dan yang lainnya.

Akhirnya, itu juga membuktikan bahwa wajah yang tak cantik, begitu pula paras yang kurang tampan, sama sekali bukan halangan seseorang menjemput jodoh.

Realitas sebaliknya, juga sungguh tidak sedikit. Kalangan selebriti yang berwajah cantik dan rupawan, pejabat, pengusaha yang sudah cantik atau tampan masih pula berduit dan punya popularitas, ternyata banyak yang terlambat menikah, hingga usia yang tak lagi lumrah.

Kasus serupa banyak juga muncul di lingkungan grass root, kalangan orang-orang mengaji, atau orang -orang yang terbiasa dengan norma keagamaan. Banyak wanita cantik dan pria tampan di sana yang terlambat menikah. Minimal, terlalu banyak wanita atau pria yang jauh lebih tidak tampan, tidak cantik dan jauh lebih buruk rupa, ternyata sudah lebih dahulu menikah.

"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)."(Ali Imran : 27)

Mungkin banyak orang yang kurang menyelami realitas itu, sehingga semuanya di biarkan mengalir tanpa ditelaah. padahal semuanya itu mengajarkan kepada kita, bahwa kecantikan dan ketampanan bukanlah 'jaminan' seseorang mudah mendapatkan jodoh. Wajah yang biasa-biasa saja , bahkan terkesan yang buruk rupa, juga tak sedikitpun membuat orang jauh dari jodohnya.

Betul, bahwa nyaris setiap pria ingin beristrikan wanita cantik.

Tidak salah, seperti hampir setiap wanita suka bersuamikan pria tampan.

Tapi realitas sering membuat teori itu ambruk, dan nyaris membuat kepala kita terdongak karena terkejut, 'Bagaimana mungkin, wanita secantik itu rela menikah dengan pria yang tampan pun tidak, kaya juga tidak, pendidikannya pun rendah.... Alamak ...'

Dia pria yang dilirik banyak wanita, ngetop, sering dikerumuni wanita-wanita cantik. Tapi lihat, akhirnya ia menikah dengan wanita yang sama sekali jauh dari 'cantik', bukan pula orang kaya, dan parahnya, ia juga bukan selebritis, tak punya nama.

Apa modal wanita dalam menggaet sang jodoh ? itu misteriu.

Maka ungkapan 'Tak Cantik Maka Tak Laku,' selalu saja terhenti di tataran teoritis, dan ambles manyun di tataran realitas.

Betul, bahwa ada dari sebagian dari gadis atau pria yang belum menemukan jodohnya, dan secara kebetulan mereka kurang beruntung karena memiliki wajah buruk rupa.

Tapi, syukurlah, bahwa mereka juga ditemani banyak pria dan wanita yang berwajah jauh lebih cantik dan tampan ketimbang mereka.

Ada orang yang urung menikahi mereka karena mereka tidak cantik, pun wajar-wajar saja. Tapi, lihat banyak pula orang yang beringsut mundur menikahi wanita-wanita cantik, karena alasan-alasan lain.

Terbukti, dalam dunia asmara jahiliyyah ada banyak pria berpetualang dengan banyak wanita cantik, akhirnya menikah dengan wanita buruk rupa.

Banyak orang-orang kaya yang memiliki isteri-isteri cantik, akhirnya berzina dengan wanita yang tak secantik isterinya. Alasannya klasik, hanya karena kurang mendapatkan pelayanan dari isterinya. tetapi toh, kecantikan si isteri tak mampu meredam nafsu bejat-nya untuk bertindak di luar kewajaran.

Di sini, saya hanya ingin menegaskan bahwa jodoh memang kadang berseiringan dengan kecantikan, ketampanan, uang , jabatan, prestise, popularitas, atau hal-hal sejenis itu. Tapi semuanya tak bisa menarik ulur datangnya jodoh.

Kasus perceraian yang sangat banyak terjadi di kalangan selebritis semakin menegaskan, bahwa terkadang ada sejenis jodoh yang hanya bertahan di lembar-lembar tipis perjalan hidup, meski ia disemai di tengah popularitas dan limpahan harta benda, kecantikan dan ketampanan yang bahkan dioles menjadi jauh lebih memikat. Jodoh, ternyata kadang tak betah berlama-lama di situ.

Itu artinya, tak perlu merasa 'minder' untuk bisa menjemput jodoh, meski dengan modal fisik seadanya, atau dibawah rata-rata. Terlebih-lebih,karena 'Inner beauty' yang misterius itupun kerap mengubah sosok biasa menjadi luar biasa cantik-nya. Percaya dech.

SUMBER :

TULISAN BEBAS 26. "JALA-JALA CINTA DIDUNIA MAYA"

TULISAN BEBAS 26 BAHASA INDONESIA 2

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17


"JALA-JALA CINTA DIDUNIA MAYA"

Awas ..!! Awas..!! Jangan terpedaya.
Dunia maya menjadi tempat pengobral CINTA.
Bagi LELAKI hidung belang yang mencari mangsa.
Bagi WANITA yang lemah akan termakan.
Bermodal RAYUAN menundukkan PASANGAN ...

Mungkin anda pernah mendengar berita.
Seorang yang menggunakan Agama.
Sebagai senjata ampuhnya memikat mangsa.
Berduyunlah lawannya menghampirinya.

Dunia maya amat susah untuk melihat seorang yang BAIK / JAHAT.
Karena kebanyakan pandai menyusun Ayat.
Kelembutan,Kesopanan dalam sebuah kalimat.

Dunia maya memang semuanya tidak JAHAT.
Tapi,tidak sedikit juga LELAKI hidung belang dan KEPARAT (Kurang Ajar )
Menggunakan Agama sebagai senjata pemikat.
Demi perbuatan busuknya yang terlaknat.

Status (Post) seseorang tidak bisa menggambarkan kepribadian.
Biarpun Postingannya selalu mengajak kearah kebaikan.
Modal Copy Paste dengan mudah kita dapatkan Dalil dan Ayat Alqur'an.
Disebabkan inilah mungkin banyak yang salah anggapkan dalam penilaian.

Jala-jala CINTA ditebar sebagai jerat.
Kata-kata manis lemah lembut menggoda untuk memikat.

Melalui Inbox yang tiada siapa bisa melihat.
Akhirnya mangsa cintanya berlabuh dan tertambat.

Diinbox tempat bersarang Cinta palsu.
Rayuan dengan mengirim SMS bertalu-talu.
Dengan mengatakan CINTAKU HANYA PADAMU.
Tapi,kenyataannya cintanya bercabang seribu.

Jangan mudah percaya saat Ayat cinta menggodamu.
Cinta MURAHAN sejatinya hanya berselimut dengan nafsu.
Yang mengatakan sayang,rindu.
Bahkan emmmuaahh...seperti lembu.
Yang tidak lain hanyalah cinta semu dan palsu.

Sebelum Anda menjadi MANGSA.
Sebelum Anda sesal Kemudian hari.
Maka aku hanya mengingatkan pada kalian.

Jikalaupun ada kata2 yang kasar dalam penulisan saya pribadi mohon MAAF ...
Sejatinya aku hanya mengingatkan saja.


SUMBER :

RESENSI

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

"RESENSI"
 
Resensi /résénsi/ n menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku:

Sedangkan kata "mengulas" v itu sendiri mempunyai arti memberkan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb); mempelajari (menyelidiki) dan kata "ulasan" n mempunyai arti kupasan; tafsiran; komentar: 

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.

Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas

Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Lebih detil lagi, tujuan resensi adalah:
  • Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
  • Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
  • Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
Setelah mengetahui definisi serta tujuan dari resensi yang dibuat oleh resentator, kira-kira unsur apa saja yang terkandung di dalam sebuah resensi?

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:
  • Membuat judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
  • Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
- Judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);
- Pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);
- Penerbit;
- Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
- Tebal buku;
- Harga buku (jika diperlukan).
  • Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
- Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;
- Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;
- Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
- Memaparkan keunikan buku;
- Merumuskan tema buku;
- Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
- Mengungkapkan kesan terhadap buku;
- Memperkenalkan penerbit;
- Mengajukan pertanyaan;
- Membuka dialog.
  • Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
  • Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

Terakhir, bagaimana cara membuat resensi itu sendiri? Bagaimana langkah-langkah di dalam membuat resensi yang baik?

Ketika melakukan kegiatan meresensi, hendaklah perhatikan langkah-langkah meresensi buku sebagai berikut.
  1. Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang diresensi,mulai dari tema buku yang diresensi, disertai deskripsi isi buku,siapa yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format, hingga harga.Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, buku atau karya apa saja yang ditulis, hingga mengapa ia menulis buku itu. Buku itu termasuk golongan buku yang mana: ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra.
  2. Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti. Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami secara tepat dan akurat.
  3. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
  4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
  5. Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut.
Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antara bagian yang satu dan bagian yang lain, bagaimana sistematikanya, dan bagaimana dinamikanya.
Isi pernyataan; bagaimana bobot ide, analisis, penyajian data, dan kreativitas pemikirannya, bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, kalimat dan penggunaan kata, terutama untuk buku ilmiah.
Aspek teknis; bagaimana tata letak, tata wajah, kerapian dan kebersihan, dan pencetakannya (banyak salah cetak atau tidak). 

Sebelum menilai, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) resensi itu. Outline ini sangat membantu kita ketika menulis, mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar dan kriteria yang kita tentukan sebelumnya.

Untuk melengkapi pemaparan mengenai resensi, saya sertakan bentuk resensi sebuah novel di bawah ini :

Judul Buku         : Perahu Kertas
Penulis                : Dee (Dewi Lestari)
Penerbit              : Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Tahun Terbit       : 2012, Juli; cetakan ke-15
Jumlah Halaman : 444 halaman
Harga                  : Rp69.000,-

Tak satu pun di antara kita bisa mengatur apa yang akan terjadi nanti, hari ini, atau besok. Termasuk pertemuan kecil antara Kugy dan Keenan. Dua manusia beda karakter itu tak menyadari, banyak hal-hal ajaib menanti setelah pertemuan tersebut.

Diceritakan, Kugy adalah gadis mungil yang hobi berkhayal. Dia sangat suka menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain merupakan hobi tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai atau laut. Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.

Sedangkan Keenan digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya di bidang melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara nonton bareng atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua sahabat mereka, Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan dan Kugy. Namun, mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi, saat itu Kugy sudah punya pacar.

Konflik mulai muncul di sini. Karena kesalahpahaman, persahabatan Noni dengan Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja hal-hal yang menghalangi perasaan Keenan dan Kugy. Keduanya harus terpisah beberapa waktu.

Ikuti Jejak si Agen Neptunus Meraih Kebahagiaan
Yakin dengan Kata Hati

Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

Bait tersebut adalah potongan puisi Kugy untuk Keenan di salah satu bagian Perahu Kertas. Rasanya, memang tidak ada yang salah dengan usaha menggapai mimpi. Para bookaholic sepakat bahwa hidup berasal dari mimpi.

Wildan Bagus Aditya, Merlin Dwi Yunaniar, Anisah Fathinah, Gadhis Richi Andita, dan Yanuar Satria Putra kagum dengan jalan yang berani diambil Kugy serta Keenan untuk mempertahankan impian mereka.

Cerita yang dimulai dengan pertemuan Kugy dan Keenan tersebut membuat para bookaholic ikut tersenyum dalam diskusi sore itu. “Salut sama Kugy. Sebagai cewek, dia sama sekali nggak jaim. Bener-bener tipikal cewek yang unik. Berantakan, tapi cantik,” ujar Adit, sapaan akrab Aditya, membuka percakapan.

Ucapan Adit tersebut langsung mendapat respons dari Merlin Dwi Yunaniar atau yang akrab disapa Merlin. “Menurut aku, Kugy sama Keenan sama-sama unik. Bayangin aja, kok bisa gitu ya. Keenan klop sama Kugy yang ngaku-ngaku bahwa dia adalah agen Neptunus. Hehehe,” ujar Merlin sembari membayangkan wujud tokoh Keenan dalam dunia nyata.

Jalan cerita novel ini, menurut Gadis (panggilan Richi Gadis Andita) selalu menarik. Setelah membaca, rasanya enggan untuk meletakkan Perahu Kertas. Pengin langsung dibaca sampai habis. “Komplet soalnya. Kami bisa tertawa ngikutin kekocakan si Kugy. Kami bisa ikut terharu waktu Kugy dan Keenan harus merelakan impian mereka. Rasanya pasti sedih banget, tuh,” kata Gadis.

Anisah mengungkapkan, perasaan sebel juga ikut muncul gara-gara ulah Wanda yang sengaja membohongi Keenan demi bisa bersama Keenan. Wanda terkesan menghalalkan segala cara. “Aduh, jangan sampai jadi orang kayak Wanda,” tukas Anisah sebal. Teman-teman yang lain juga setuju dengan Anisah. “Tapi, kadang-kadang kan, kalau sudah masalah perasaan, logika bisa terabaikan,” ujar Anisah.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil bookaholic dari Perahu Kertas. Semangat, perjuangan, dan kerja keras adalah hal yang tak terlewatkan. Lembar demi lembar novel ini membuat bookaholic terhanyut dengan kisah cinta Kugy dan Keenan.

“Sayang, ending-nya kok kurang nendang ya? Gampang ketebak gimana akhir ceritanya,” ujar Yanuar. “Aku kira, bakal ada sesuatu yang beda atau kejutan,” lanjutnya.

Adit sepakat dengan Yanuar. Menurut dia, dia sudah bisa menebak kisah Kugy dan Keenan bakal berakhir happy ending. “Nggak apa-apa happy ending, tapi jalan yang mereka lalui kan nggak gampang. Prosesnya itu lho yang bisa mengocok emosi kita,” ucap Adit.

Merlin, Gadis, dan Anisah mengangguk penuh semangat. “Itu namanya jodoh nggak lari kemana. Kayak salah satu quote-nya, jalan kita berputar, tapi suatu hari kita jadi diri sendiri. Tergapai deh semua cita-cita mereka,” papar Merlin.

Setelah membaca Perahu Kertas, semoga yang membaca menjadi terinspirasi. Mereka bertekad kuat meraih impian masing-masing. “Intinya, nggak boleh menyerah,” seru mereka.

Sekian dulu postingan saya sore ini tentang Pengertian Resensi dan Contoh Resensi Novel Perahu Kertas. Walaupun sedikit semoga bermanfaat dan bisa membantu kalian semua.
Aamiin

Sekian - salam dan semangat :)

SUMBER :

Jumat, 03 Mei 2013

TULISAN BEBAS 25. "Gaya Pacaran ( Dasar ABG Jaman Sekarang... )"

TULISAN BEBAS 25 BAHASA INDONESIA 2

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

Gaya Pacaran ( Dasar ABG Jaman Sekarang... )
Adoh adoh adooooh…. Ini nih sebuah masalah yang tampaknya sepele, padahal jelas-jelas patut banget diberesin. Nih ya, saya punya teman (untuk kebaikan bersama pake inisial aja ya) sebut saja A. Dia seumuran saya gitu lah sama-sama kelas 2 SMA , tapi pacarnya udah lumayan dewasa kelahiran ’86.
Untuk saya yang belum pernah pacaran beneran, awalnya saya berfikir kalau merajut hubungan dengan orang dewasa dapat berdampak baik sama kehidupan khususnya untuk proses kedewasaan
pola berfikir. Tapi ternyata bukan “kedewasaan” itu yang timbul, malah “kedewasaan” yang lain.
Berawal saat saya lagi nyempetin diri ( biasanya sih males banget ) buka profile Facebook si A. DAN
YAAMPUUUUUN!!! Isinya dari A sampe Z ada hubungannya sama dunia pacaran mereka. Dari mulai aplikasi ( Ada Stick Family, Glitter Text. Dll) itu semua pasti bertuliskan nama dia dan pacarnya.
Terus status, setiap update-an statusnya pasti mengarah kesana. ( Misal : “ Hanya cinta ***** “ Atau “ Aku beruntung banget ya jadi pacar kamu, love u forever “ dll ) selalu dan selalu. Lalu, profile picture. Nah ini nih yang sempet bikin saya tercengang-cengang dan bengong buat beberapa detik. Profile picture teman saya itu, adalah foto dia beserta pacar lagi… Ciuman! Bukan bibir sih, tapi tetep aja di foto itu tergambar
dengan sangat jelas si cowok mencium pipi A dengan penuh niat, sementara si A sambil tertawa girang menatap kamera.
Gara-gara liat profile picturenya, saya jadi malahan penasaran ( dan akhirnya khilaf ) buka album-album foto teman saya yang lain. DAN! Ya seperti sudah saya duga, foto-foto nya yang lain pun kurang lebih “beraliran” sama. Bahkan sempat saya menemukan salah satu foto yang terlihat sekali berlokasi di kamar tidur. ( Saat itu saya langsung teriak : “ Ini kemana Orang Tuaaanyaaaaaaaa!!! “ ) Hufffth….
Sebagai temen, saya udah berusaha ngingetin temen saya untuk nggak terlalu meng-expose secara berlebihan aktivitas pacaran dia di Facebook. Setelah beberapa minggu, saya nggak berkomunikasi dengan si A. Dan saat saya buka profile Facebooknya dengan maksud awal mau nulis wall, ternyata disitu terlihat beberapa tulisan yang menunjukkan kalau mereka putus! Si A, udah mencabut relationship statusnya yang semula “engaged to…” jadi “single”. Semua aplikasi-aplikasi yang menyebut-nyebut nama dia dan cowoknya juga
udah dilenyapkan. Profile picture juga udah langsung diganti sama foto dia sendiri (tentu saja foto ini jauh lebih bagus). Dan beberapa update-an statusnya berbunyi : “ sedang merasakan sakitnya patah hati, karena diputusin. Huhuhu “ dan beberapa status-status lainnya yang memang menyebutkan hubungan pacaran dia dan pacarnya udah berakhir.
Beberapa hari selanjutnya saya dan A pergi hangout bareng, dan saya kaget setengah mati karena sekarang teman saya jadi remaja yang sangat kuruuuuuus kayak orang kekurangan gizi. Saya tanya mengapa, dan dia jawab “ gue nggak makan Nies, udah tiga hari. Nggak kepengen ngapa-ngapain Nies… “ itu semua cuma gara-gara putus sama cowok tuh! Kok efeknya udah kayak buruh di PHK dan nggak punya duit buat
susu anak ya? Hmm…
Setelah peristiwa itu, entah kenapa saya jadi semakin suka penasaran dan pengen tau aja sama gaya-gaya pacaran teman- teman bahkan suka juga merhatiin tingkah laku pacaran anak-anak ABG lain yang biasa saya temui di luar. Kayak di angkot, restoran, eskalator mall, jalanan, bioskop, semuanya deh! Di angkot, ada sepasang anak SMA yang dari naik sampai 45 menit perjalanan pegangan tangan mulu sampe-sampe pas ada penumpang yang mau naik, mereka nggak ngeh dan boro-boro mau
menggeser posisi duduk. Di restoran, kebetulan saat itu saya dan mama makan di sebuah restoran sederhana yang rame dengan tempat duduk terbatas. Pada jam makan siang yang super dipenuhi sama karyawan yang
kelaparan, diharapkan buat orang-orang yang sudah selesai makan dan minum langsung pergi meninggalkan tempat, supaya orang lain yang mau makan jadi nggak nunggu lama. Tapi di pojok, ada sepasang anak SMA yang mejanya udah terdapat piring gelas kosong setelah makan, malahan asyik banget maen “belai-belaian”.
Di eskalator mall dan jalanan, kayaknya udah pemandangan biasa tuh cewek sama cowok jalan sambil pelukkan pinggang dan nggak peduli sama orang- orang lain yang berlalu-lalang di sekitar mereka.
Nah kalau bioskop sih… kayaknya emang udah “ngetop” ya orang keluar bioskop dengan rambut acak-acakan dan baju kusut. Bahkan cerita teman-teman saya juga pernah memergoki sepasang kekasih yang lagi “ngapa-ngapain” di bioskop. Kalau liat atau cerita soal pemandangan-pemandangan kayak gitu ke mama, pasti mama jawab “ yah Nies, kalo jaman mama mah orang pacaran paling buat ngerjain tugas bareng atau saling support pas pertandingan olahraga. Beda sih ya, anak dulu makannya tempe-tahu. Kalau ABG jaman sekarang, makannya junkfood melulu… “
Setelah menggabungkan kisah teman saya, pemandangan di luar, komentar mama, dan juga berita-berita di TV bahwa anak-anak muda jaman sekarang cekcok dikit ama pacar, putus langsung bunuh diri, dan lain-lain. Buat saya, pacaran sih silahkan-silahkan aja, tapi jangan penuhin aktivitas pacaran kita dengan physical-physical thing kayak gitu, soalnya ini kan baru sementara, belum tentu pacar kita sekarang adalah
pasangan kita di rumah tangga nanti. Kayaknya... memang ada yang salah sama semua ini.

SUMBER :

TULISAN BEBAS 24. "Jangan Duakan Aku!"

TULISAN BEBAS 24 BAHASA INDONESI 2

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

Jangan Duakan Aku!

Kali ini saya coba posting ungkapan seorang ibu Rumah tanggak

Aku sudah benar-benar tak kuasa menahan amarahku. Dia terang-terangan selingkuh didepan mataku. Aku tahu dia memang suamiku yang sah setelah ijab qabul 10 tahun silam. Ya Illahi Rabbi aku tak ingin masuk nerakaMu karena ulah amarahku ini. Berikan aku kekuatan sabar dalam menghadapi semua ini.
Mentari perlahan kembali ke peraduannya, langit senja merah simfoni jingga, burung-burung telah kembali ke sarangnya, sisir angin semilir menyibak lembut dedaunan, lamat-lamat seruan adzan mengenai gendang telingaku.

Suara serak yang mencekat kerongkonganku akhirnya kupaksa juga untuk berujar, “Mas sudah adzan,” kucoba mengayun pelan pundak kekarnya, mas Galih tetap tak bergeming, dia masih asyik bermanja-manja dengan gadisnya yang berada diatas pangkuan pahanya. Sungguh ini tak hanya menyakitkanku, pasti Engkau juga cemburu Ya Rabb, mas Galih lebih memilih gadisnya daripada hadir untuk panggilanMu.
“Mas sudah adzan,” kali ini aku mengayun pundaknya lebih keras. Ya Rabb, mas Galih hanya mengangkat tangan kanannya sebagai pertanda telah mendengar ucapanku, dia tidak menoleh ke arahku, “Duluan saja dik,” sebuah jawaban yang tak kuharapkan keluar dari bibirnya.
Tidak, aku bukan wanita lemah yang akan menangis akan hal ini. Selangkah, dua langkah dan aku terus berjalan pergi meninggalkan mas Galih, berdua bersama dia.
***
Demi Allah Yang Menguasai langit dan bumi, kali ini aku benar-benar tak paham, rasa amarah ini memuncak begitu saja, aku tak tahu datangnya darimana karena yang ku rasakan hanya satu hal yang ingin kulakukan. Aku ingin mengakhiri kecemburuanku selama ini, sakit hati yang telah menjalar tak bertuan hingga membuat kepingan-kepingan ini berantakan. Selingkuhan mas Galih, aku harus menemuinya dan membuatnya berakhir. Tangan-tanganku terasa panas, meremas-remas ujung jilbab biruku yang panjang.
Kreeek.. pintu kamar tak dikunci, kulihat gadis itu sedang tidur pulas diatas ranjang milikku dan mas Galih, namun tak kutemui mas Galih disana. Ini kesempatanku, pikiranku mulai bekerja instan untuk melakukan hal yang tak seharusnya aku lakukan, atau memang seharusnya daridulu aku lakukan ini? Ah entahlah.
Aku berjalan cepat mendekat ke arahnya, nampak ia sangat nyenyak bahkan terlihat seolah mati. Tubuhnya kuakui memang besar, namun tetap saja ia nampak cantik dengan balutan warna hitam elegan.
“Pergi kau dari ranjangku, aku tak sudi melihatmu berada disana, terserah meskipun banyak pasang mata menginginkanmu. Tak sadarkah kau telah menghancurkan hubungan harmonis keluargaku, sudah cukup selama ini kau memanjakan suamiku, sekarang kau tidak akan bisa lagi, setelah aku melakukan ini.”
Praaak… tubuh elegannya terlempar ke lantai, aku tahu dia pasti kesakitan, namun dia tetap membisu, kulihat sinarnya seketika jleb, hilang, mungkin mati, atau aku mengaharapkan dia lebih sekarat lagi, untuk menjemput ajalnya.
“Selamat tinggal, blackberry,” sesungging senyum simetris menghias wajahku yang bulat, maaf mas, aku lebih suka kau duakan aku dengan Rabbku, daripada kau menduakanku dengan BBmu.

Hayooo bagi ibu ibu Atau ayah ayah Yang punya Bb Jangan selingkuh di BBman Ya he he he

tulisan bebas 23. "Otakmu Lebih Mini dari Rok Miniku"

TULISAN BEBAS 23 BAHASA INDONESIA 2

Nama : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

Otakmu Lebih Mini dari Rok Miniku

Bismillahirrahmanirrahim…

Ku lihat seorang wanita duduk tidak nyaman berhadapan denganku di sebuah angkutan umum. Duduknya yang gelisah membuatku penasaran.

Ketika kumelihat beberapa orang yang ada di angkutan ini pun sepertinya memperhatikan hal yang sama denganku, melihat kegelisahan seorang wanita di hadapanku.

Aahh…sepertinya aku tahu apa penyebabnya. Daritadi sepertinya ia berusaha menarik-narik roknya agar memanjang, aku yakin rok itu tak akan pernah bisa jadi panjang.

Kakinya yang jenjang dan putih ingin ditunjukkan pada dunia, tapi karena sedang duduk rok yang super mini itu tampak lebih mini. Ia mungkn risih juga dengan tatapan orang-orang di angkot. Eh..tapi kakinya bagus juga. Tanpa sadar aku pun tersenyum menatap wanita tadi.

“Heh mas, nggak usah liat-liat terus!” Matanya menyiratkan kemarahan. Aku segera memalingkan wajahku dengan muka merah.

“Kalau nggak mau dilihatin, nggak usah pamer mbak,” seorang ibu nyeletuk tiba-tiba.

“Ah..dasar otak kalian aja yang mesum, dangkal, mini!” wanita itu menjawab masih dengan nada jengkel.

“Mini-an mana sama Rok nya mbak?” supir angkut pun nggak mau ketinggalan. Disambut gelak tawa seluruh penumpang angkot.

Kasihan wanita itu, maunya eksis tapi malah mempermalukan dirinya sendiri. Tapi…lumayan lah bisa lihat kaki cantik. Gratis.

***

Masih lekat dalam ingatan kita beberapa waktu yang lalu, ibukota dihebohkan oleh ucapan petingginya untuk berhati-hati bila memakai rok mini dan pasti sebagian dari sahabat BMB sudah tahu bagaimana para aktivis rok mini menanggapinya.

Pemerkosaan seorang perempuan di atas angkutan umum adalah penyebab utamanya, sang petinggi hanya ingin memperingatkan bahwa tak pantas seorang perempuan di tempat umum memakakai pakaian yang mini-mini karena akan memicu kejahatan.

Seperti tak mau disalahkan para aktivitis rok mini pun menyerang balik, bahwa kesalahan bukan pada rok mini yang dipakai perempuan tapi karena otak laki-lakinya yang berpikiran mesum. Lalu sebenarnya siapa yang pantas disalahkan? Laki-laki atau wanitanya?

Menurut pandangan saya bahwa keduanya (laki-laki dan wanita) tak mungkin dipersalahkan salah satu untuk pembenaran bagi diri sendiri karena kedua belah pihak sangat mempengaruhi.

Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,” Katakanlah pada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya.” (An-Nur 30), ayat ini telah menegaskan bahwa laki-laki harus mampu menjaga pandangannya agar syetan tidak merasuk ke dalam hati sehingga tidak menimbulkan ke kotoran pada hati atau pun otak.

Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun menegaskan untuk kaum hawa agar tidak mengumbar auratnya apalagi memakai rok mini dan sebagainya seperti dalam firman-Nya,” Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Al-Ahzab : 59).

So..keduanya telah jelas saling mempengaruhi, saling terlibat, juga ikut andil dalam setiap kejadian yang berhubungan dengan pandangan dan aurat. Sudah seharusnya kita sadari dan pahami betul apa-apa saja yang harus dijaga bukan dengan saling menyalahkan.

“Untuk perempuan-perempuan, selagi anda tidak BERTELANJANG, atau hanya memakai PAKAIAN DALAM di jalanan, tetaplah memakai apapun yg kau suka, selagi itu membuatmu merasa nyaman, membuatmu percaya diri, dan membuatmu merasa positif dalam berpikir ataupun mengerjakan sesuatu.” (Kutipan dari tulisan seorang wanita)

Sungguh, apabila para wanita menyadari bahwa agama Allah telah mengatur wanita sedemikian rupa karena Dia begitu sayang dan ingin menjaga izzah iffah para wanita. Bukan untuk mengekang wanita sehingga tidak bisa percaya diri atau sampai tidak bisa berpikir positif.

Dan bukan juga karena otak para lelaki yang kotor, mesum atau lebih mini dari rok mini, sehingga mereka tertarik pada wanita yang sedang pameran aurat, tapi karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala telah memberikan hal itu sebagai ujian bagi para lelaki sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bahwa wanita adalah sumber fitnah terbesar.

Jadi janganlah kita saling menyalahkan, merasa bahwa diri tidak bersalah. Tapi tengoklah diri kita, perbaiki apa yang harus kita perbaiki, yang wanita mari kita jaga aurat kita agar tidak mengundang nafsu kaum adam, dan tentu saja bagi kaum laki-laki hendaklah menjaga pandangan agar ketika ada wanita yang sudah teracuni jaman dengan memamerkan aurat, tidak teracuni oleh syetan.

Wallahu a’lam bish shawwab

SUMBER :

Proposal

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

TUGAS BAHASIA INDONESIA

Proposal

I. Definisi Proposal

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.

Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis :
  1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
  2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
  3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :
  1. nama proposal
  2. pendahuluan
  3. tujuan
  4. bentuk/jenis kegiatan
  5. pelaksanaan
  6. panitia pelaksana (terlampir)
  7. biaya/dana (rincian terlampir)
  8. harapan
  9. lampiran
Manfaat Proposal :
  1. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
  2. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
  3. Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.
II. Ciri-Ciri Proposal :
  1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.
  2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.
  3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
  4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara.
  5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat proposal :
  1. Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan
  2. Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan2 hasil kesepakatan seluruh panitia
  3. Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
  4. Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
  5. Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
  6. Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.
Jenis-Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Isi Proposal

Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

Tujuan membuat proposal

Dapat diartikan proposal merupakan suatu penjabaran peneltian, tujuan dari pembuatan proposal biasanya untuk mejabarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat dikatakan juga proposal merupakan suatu dokumentasi hasil penelitian.

Jenis - Jenis Proposal

Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu :
1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

III. Sistematika pembuatan proposal antara lain :

1. Pendahuluan
  • Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
  • Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.
3. Tujuan
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.
Contoh :
  1. Memperoleh kader-kader KMHDI.
  2. Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI.
4. Tema
  • Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
5. Jenis Kegiatan
  • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
  • Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
  1. Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing-masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata-rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7. Sasaran/Peserta
  • Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  • Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
  • Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
10. Susunan Panitia
  • Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
  • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran.