THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 03 Mei 2013

TULISAN BEBAS 25. "Gaya Pacaran ( Dasar ABG Jaman Sekarang... )"

TULISAN BEBAS 25 BAHASA INDONESIA 2

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

Gaya Pacaran ( Dasar ABG Jaman Sekarang... )
Adoh adoh adooooh…. Ini nih sebuah masalah yang tampaknya sepele, padahal jelas-jelas patut banget diberesin. Nih ya, saya punya teman (untuk kebaikan bersama pake inisial aja ya) sebut saja A. Dia seumuran saya gitu lah sama-sama kelas 2 SMA , tapi pacarnya udah lumayan dewasa kelahiran ’86.
Untuk saya yang belum pernah pacaran beneran, awalnya saya berfikir kalau merajut hubungan dengan orang dewasa dapat berdampak baik sama kehidupan khususnya untuk proses kedewasaan
pola berfikir. Tapi ternyata bukan “kedewasaan” itu yang timbul, malah “kedewasaan” yang lain.
Berawal saat saya lagi nyempetin diri ( biasanya sih males banget ) buka profile Facebook si A. DAN
YAAMPUUUUUN!!! Isinya dari A sampe Z ada hubungannya sama dunia pacaran mereka. Dari mulai aplikasi ( Ada Stick Family, Glitter Text. Dll) itu semua pasti bertuliskan nama dia dan pacarnya.
Terus status, setiap update-an statusnya pasti mengarah kesana. ( Misal : “ Hanya cinta ***** “ Atau “ Aku beruntung banget ya jadi pacar kamu, love u forever “ dll ) selalu dan selalu. Lalu, profile picture. Nah ini nih yang sempet bikin saya tercengang-cengang dan bengong buat beberapa detik. Profile picture teman saya itu, adalah foto dia beserta pacar lagi… Ciuman! Bukan bibir sih, tapi tetep aja di foto itu tergambar
dengan sangat jelas si cowok mencium pipi A dengan penuh niat, sementara si A sambil tertawa girang menatap kamera.
Gara-gara liat profile picturenya, saya jadi malahan penasaran ( dan akhirnya khilaf ) buka album-album foto teman saya yang lain. DAN! Ya seperti sudah saya duga, foto-foto nya yang lain pun kurang lebih “beraliran” sama. Bahkan sempat saya menemukan salah satu foto yang terlihat sekali berlokasi di kamar tidur. ( Saat itu saya langsung teriak : “ Ini kemana Orang Tuaaanyaaaaaaaa!!! “ ) Hufffth….
Sebagai temen, saya udah berusaha ngingetin temen saya untuk nggak terlalu meng-expose secara berlebihan aktivitas pacaran dia di Facebook. Setelah beberapa minggu, saya nggak berkomunikasi dengan si A. Dan saat saya buka profile Facebooknya dengan maksud awal mau nulis wall, ternyata disitu terlihat beberapa tulisan yang menunjukkan kalau mereka putus! Si A, udah mencabut relationship statusnya yang semula “engaged to…” jadi “single”. Semua aplikasi-aplikasi yang menyebut-nyebut nama dia dan cowoknya juga
udah dilenyapkan. Profile picture juga udah langsung diganti sama foto dia sendiri (tentu saja foto ini jauh lebih bagus). Dan beberapa update-an statusnya berbunyi : “ sedang merasakan sakitnya patah hati, karena diputusin. Huhuhu “ dan beberapa status-status lainnya yang memang menyebutkan hubungan pacaran dia dan pacarnya udah berakhir.
Beberapa hari selanjutnya saya dan A pergi hangout bareng, dan saya kaget setengah mati karena sekarang teman saya jadi remaja yang sangat kuruuuuuus kayak orang kekurangan gizi. Saya tanya mengapa, dan dia jawab “ gue nggak makan Nies, udah tiga hari. Nggak kepengen ngapa-ngapain Nies… “ itu semua cuma gara-gara putus sama cowok tuh! Kok efeknya udah kayak buruh di PHK dan nggak punya duit buat
susu anak ya? Hmm…
Setelah peristiwa itu, entah kenapa saya jadi semakin suka penasaran dan pengen tau aja sama gaya-gaya pacaran teman- teman bahkan suka juga merhatiin tingkah laku pacaran anak-anak ABG lain yang biasa saya temui di luar. Kayak di angkot, restoran, eskalator mall, jalanan, bioskop, semuanya deh! Di angkot, ada sepasang anak SMA yang dari naik sampai 45 menit perjalanan pegangan tangan mulu sampe-sampe pas ada penumpang yang mau naik, mereka nggak ngeh dan boro-boro mau
menggeser posisi duduk. Di restoran, kebetulan saat itu saya dan mama makan di sebuah restoran sederhana yang rame dengan tempat duduk terbatas. Pada jam makan siang yang super dipenuhi sama karyawan yang
kelaparan, diharapkan buat orang-orang yang sudah selesai makan dan minum langsung pergi meninggalkan tempat, supaya orang lain yang mau makan jadi nggak nunggu lama. Tapi di pojok, ada sepasang anak SMA yang mejanya udah terdapat piring gelas kosong setelah makan, malahan asyik banget maen “belai-belaian”.
Di eskalator mall dan jalanan, kayaknya udah pemandangan biasa tuh cewek sama cowok jalan sambil pelukkan pinggang dan nggak peduli sama orang- orang lain yang berlalu-lalang di sekitar mereka.
Nah kalau bioskop sih… kayaknya emang udah “ngetop” ya orang keluar bioskop dengan rambut acak-acakan dan baju kusut. Bahkan cerita teman-teman saya juga pernah memergoki sepasang kekasih yang lagi “ngapa-ngapain” di bioskop. Kalau liat atau cerita soal pemandangan-pemandangan kayak gitu ke mama, pasti mama jawab “ yah Nies, kalo jaman mama mah orang pacaran paling buat ngerjain tugas bareng atau saling support pas pertandingan olahraga. Beda sih ya, anak dulu makannya tempe-tahu. Kalau ABG jaman sekarang, makannya junkfood melulu… “
Setelah menggabungkan kisah teman saya, pemandangan di luar, komentar mama, dan juga berita-berita di TV bahwa anak-anak muda jaman sekarang cekcok dikit ama pacar, putus langsung bunuh diri, dan lain-lain. Buat saya, pacaran sih silahkan-silahkan aja, tapi jangan penuhin aktivitas pacaran kita dengan physical-physical thing kayak gitu, soalnya ini kan baru sementara, belum tentu pacar kita sekarang adalah
pasangan kita di rumah tangga nanti. Kayaknya... memang ada yang salah sama semua ini.

SUMBER :

TULISAN BEBAS 24. "Jangan Duakan Aku!"

TULISAN BEBAS 24 BAHASA INDONESI 2

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

Jangan Duakan Aku!

Kali ini saya coba posting ungkapan seorang ibu Rumah tanggak

Aku sudah benar-benar tak kuasa menahan amarahku. Dia terang-terangan selingkuh didepan mataku. Aku tahu dia memang suamiku yang sah setelah ijab qabul 10 tahun silam. Ya Illahi Rabbi aku tak ingin masuk nerakaMu karena ulah amarahku ini. Berikan aku kekuatan sabar dalam menghadapi semua ini.
Mentari perlahan kembali ke peraduannya, langit senja merah simfoni jingga, burung-burung telah kembali ke sarangnya, sisir angin semilir menyibak lembut dedaunan, lamat-lamat seruan adzan mengenai gendang telingaku.

Suara serak yang mencekat kerongkonganku akhirnya kupaksa juga untuk berujar, “Mas sudah adzan,” kucoba mengayun pelan pundak kekarnya, mas Galih tetap tak bergeming, dia masih asyik bermanja-manja dengan gadisnya yang berada diatas pangkuan pahanya. Sungguh ini tak hanya menyakitkanku, pasti Engkau juga cemburu Ya Rabb, mas Galih lebih memilih gadisnya daripada hadir untuk panggilanMu.
“Mas sudah adzan,” kali ini aku mengayun pundaknya lebih keras. Ya Rabb, mas Galih hanya mengangkat tangan kanannya sebagai pertanda telah mendengar ucapanku, dia tidak menoleh ke arahku, “Duluan saja dik,” sebuah jawaban yang tak kuharapkan keluar dari bibirnya.
Tidak, aku bukan wanita lemah yang akan menangis akan hal ini. Selangkah, dua langkah dan aku terus berjalan pergi meninggalkan mas Galih, berdua bersama dia.
***
Demi Allah Yang Menguasai langit dan bumi, kali ini aku benar-benar tak paham, rasa amarah ini memuncak begitu saja, aku tak tahu datangnya darimana karena yang ku rasakan hanya satu hal yang ingin kulakukan. Aku ingin mengakhiri kecemburuanku selama ini, sakit hati yang telah menjalar tak bertuan hingga membuat kepingan-kepingan ini berantakan. Selingkuhan mas Galih, aku harus menemuinya dan membuatnya berakhir. Tangan-tanganku terasa panas, meremas-remas ujung jilbab biruku yang panjang.
Kreeek.. pintu kamar tak dikunci, kulihat gadis itu sedang tidur pulas diatas ranjang milikku dan mas Galih, namun tak kutemui mas Galih disana. Ini kesempatanku, pikiranku mulai bekerja instan untuk melakukan hal yang tak seharusnya aku lakukan, atau memang seharusnya daridulu aku lakukan ini? Ah entahlah.
Aku berjalan cepat mendekat ke arahnya, nampak ia sangat nyenyak bahkan terlihat seolah mati. Tubuhnya kuakui memang besar, namun tetap saja ia nampak cantik dengan balutan warna hitam elegan.
“Pergi kau dari ranjangku, aku tak sudi melihatmu berada disana, terserah meskipun banyak pasang mata menginginkanmu. Tak sadarkah kau telah menghancurkan hubungan harmonis keluargaku, sudah cukup selama ini kau memanjakan suamiku, sekarang kau tidak akan bisa lagi, setelah aku melakukan ini.”
Praaak… tubuh elegannya terlempar ke lantai, aku tahu dia pasti kesakitan, namun dia tetap membisu, kulihat sinarnya seketika jleb, hilang, mungkin mati, atau aku mengaharapkan dia lebih sekarat lagi, untuk menjemput ajalnya.
“Selamat tinggal, blackberry,” sesungging senyum simetris menghias wajahku yang bulat, maaf mas, aku lebih suka kau duakan aku dengan Rabbku, daripada kau menduakanku dengan BBmu.

Hayooo bagi ibu ibu Atau ayah ayah Yang punya Bb Jangan selingkuh di BBman Ya he he he

tulisan bebas 23. "Otakmu Lebih Mini dari Rok Miniku"

TULISAN BEBAS 23 BAHASA INDONESIA 2

Nama : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

Otakmu Lebih Mini dari Rok Miniku

Bismillahirrahmanirrahim…

Ku lihat seorang wanita duduk tidak nyaman berhadapan denganku di sebuah angkutan umum. Duduknya yang gelisah membuatku penasaran.

Ketika kumelihat beberapa orang yang ada di angkutan ini pun sepertinya memperhatikan hal yang sama denganku, melihat kegelisahan seorang wanita di hadapanku.

Aahh…sepertinya aku tahu apa penyebabnya. Daritadi sepertinya ia berusaha menarik-narik roknya agar memanjang, aku yakin rok itu tak akan pernah bisa jadi panjang.

Kakinya yang jenjang dan putih ingin ditunjukkan pada dunia, tapi karena sedang duduk rok yang super mini itu tampak lebih mini. Ia mungkn risih juga dengan tatapan orang-orang di angkot. Eh..tapi kakinya bagus juga. Tanpa sadar aku pun tersenyum menatap wanita tadi.

“Heh mas, nggak usah liat-liat terus!” Matanya menyiratkan kemarahan. Aku segera memalingkan wajahku dengan muka merah.

“Kalau nggak mau dilihatin, nggak usah pamer mbak,” seorang ibu nyeletuk tiba-tiba.

“Ah..dasar otak kalian aja yang mesum, dangkal, mini!” wanita itu menjawab masih dengan nada jengkel.

“Mini-an mana sama Rok nya mbak?” supir angkut pun nggak mau ketinggalan. Disambut gelak tawa seluruh penumpang angkot.

Kasihan wanita itu, maunya eksis tapi malah mempermalukan dirinya sendiri. Tapi…lumayan lah bisa lihat kaki cantik. Gratis.

***

Masih lekat dalam ingatan kita beberapa waktu yang lalu, ibukota dihebohkan oleh ucapan petingginya untuk berhati-hati bila memakai rok mini dan pasti sebagian dari sahabat BMB sudah tahu bagaimana para aktivis rok mini menanggapinya.

Pemerkosaan seorang perempuan di atas angkutan umum adalah penyebab utamanya, sang petinggi hanya ingin memperingatkan bahwa tak pantas seorang perempuan di tempat umum memakakai pakaian yang mini-mini karena akan memicu kejahatan.

Seperti tak mau disalahkan para aktivitis rok mini pun menyerang balik, bahwa kesalahan bukan pada rok mini yang dipakai perempuan tapi karena otak laki-lakinya yang berpikiran mesum. Lalu sebenarnya siapa yang pantas disalahkan? Laki-laki atau wanitanya?

Menurut pandangan saya bahwa keduanya (laki-laki dan wanita) tak mungkin dipersalahkan salah satu untuk pembenaran bagi diri sendiri karena kedua belah pihak sangat mempengaruhi.

Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,” Katakanlah pada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya.” (An-Nur 30), ayat ini telah menegaskan bahwa laki-laki harus mampu menjaga pandangannya agar syetan tidak merasuk ke dalam hati sehingga tidak menimbulkan ke kotoran pada hati atau pun otak.

Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun menegaskan untuk kaum hawa agar tidak mengumbar auratnya apalagi memakai rok mini dan sebagainya seperti dalam firman-Nya,” Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Al-Ahzab : 59).

So..keduanya telah jelas saling mempengaruhi, saling terlibat, juga ikut andil dalam setiap kejadian yang berhubungan dengan pandangan dan aurat. Sudah seharusnya kita sadari dan pahami betul apa-apa saja yang harus dijaga bukan dengan saling menyalahkan.

“Untuk perempuan-perempuan, selagi anda tidak BERTELANJANG, atau hanya memakai PAKAIAN DALAM di jalanan, tetaplah memakai apapun yg kau suka, selagi itu membuatmu merasa nyaman, membuatmu percaya diri, dan membuatmu merasa positif dalam berpikir ataupun mengerjakan sesuatu.” (Kutipan dari tulisan seorang wanita)

Sungguh, apabila para wanita menyadari bahwa agama Allah telah mengatur wanita sedemikian rupa karena Dia begitu sayang dan ingin menjaga izzah iffah para wanita. Bukan untuk mengekang wanita sehingga tidak bisa percaya diri atau sampai tidak bisa berpikir positif.

Dan bukan juga karena otak para lelaki yang kotor, mesum atau lebih mini dari rok mini, sehingga mereka tertarik pada wanita yang sedang pameran aurat, tapi karena Allah Subahanahu Wa Ta’ala telah memberikan hal itu sebagai ujian bagi para lelaki sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bahwa wanita adalah sumber fitnah terbesar.

Jadi janganlah kita saling menyalahkan, merasa bahwa diri tidak bersalah. Tapi tengoklah diri kita, perbaiki apa yang harus kita perbaiki, yang wanita mari kita jaga aurat kita agar tidak mengundang nafsu kaum adam, dan tentu saja bagi kaum laki-laki hendaklah menjaga pandangan agar ketika ada wanita yang sudah teracuni jaman dengan memamerkan aurat, tidak teracuni oleh syetan.

Wallahu a’lam bish shawwab

SUMBER :

Proposal

NAMA : LINIE ASMARA

NPM : 14210043

KELAS : 3EA17

TUGAS BAHASIA INDONESIA

Proposal

I. Definisi Proposal

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.

Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis :
  1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
  2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
  3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :
  1. nama proposal
  2. pendahuluan
  3. tujuan
  4. bentuk/jenis kegiatan
  5. pelaksanaan
  6. panitia pelaksana (terlampir)
  7. biaya/dana (rincian terlampir)
  8. harapan
  9. lampiran
Manfaat Proposal :
  1. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
  2. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
  3. Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.
II. Ciri-Ciri Proposal :
  1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.
  2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.
  3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
  4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara.
  5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat proposal :
  1. Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan
  2. Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan2 hasil kesepakatan seluruh panitia
  3. Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
  4. Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
  5. Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
  6. Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.
Jenis-Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Isi Proposal

Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

Tujuan membuat proposal

Dapat diartikan proposal merupakan suatu penjabaran peneltian, tujuan dari pembuatan proposal biasanya untuk mejabarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat dikatakan juga proposal merupakan suatu dokumentasi hasil penelitian.

Jenis - Jenis Proposal

Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu :
1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

III. Sistematika pembuatan proposal antara lain :

1. Pendahuluan
  • Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
  • Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.
3. Tujuan
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.
Contoh :
  1. Memperoleh kader-kader KMHDI.
  2. Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI.
4. Tema
  • Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
5. Jenis Kegiatan
  • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
  • Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
  1. Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing-masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata-rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7. Sasaran/Peserta
  • Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  • Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
  • Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
10. Susunan Panitia
  • Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
  • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran.